Masjid Nabawi

HAJI DAN UMRAH NABI

Ihram Nabi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, bahwasannya Rasulullah memulai ihramnya dari arah Masjid Dzil-Hulaifah ketika kendaraannya tiba disana. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ad-Darimi, dan Ahmad)

 

Talbiyah Nabi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa talbiyah Rasulullah berbunyi,

”Ya Allah saya memenuhi panggilan-Mu, tiada sukutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Mu, tidak ada satupun sekutu bagi-Mu.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

 

Doa Pada Hari Arafah

Diriwayatkan dari Amr  bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwasanya  Nabi berkata,

“Doa yang paling baik adalah doa di hari Arafah. Doa yang paling baik yang aku dan para nabi sebelumku baca saat itu adalah : ”Tidak ada Tuhan selain Allah, satu-satunya Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kekuasaan dan pujian hanyalah milik-Nya. Dia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (HR.Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bin Mirdas, bahwasanya Nabi berdo’a untuk umatnya dihari Arafah supaya mereka di ampuni. Beliau dijawab,

”Aku telah mengampuni umatmu kecuali orang zhalim, karena Aku memberikan hak kepada yang dizhaliminya”

Nabi berdoa lagi, ”Ya Allah jika Engkau berkehendak Engkau bisa memberikan kebaikan kepada yang dizhalimi dan mengampuni yang zhalim.”

Pada saat itu Rasulullah tidak mendapatkan jawaban. Ketika shalat subuh di Muzalifah beliau berdoa lagi. Di saat itulah doanya dikabulkan. Lantas Rasulullah tersenyum.

Melihat Rasululah seperti itu, Abu Bakar atau Umar bertanya, ”Biasanya pada waktu seperti ini, engkau tidak pernah tertawa, lalu apakah gerangan yang membuatmu tertawa, semoga Allah meridhaimu?”

Beliau menjawab,

”Sesungguhnya musuh Allah, Iblis, ketika ia mengetahui bahwa Allah telah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, lantas ia mengambil debu dan menaburkannya di kepalanya, sembari mendoakan kebinasaan dan kehancuran (untukku dan umatku). Karena itulah saat tertawa melihat apa yang dilakukannya.” (HR. Ibnu Hibban)

 

Nabi Menyembelih Sendiri Hewan Kurbannya

Diriwayatkan dari Anas bahwasanya Rasulullah menyembeli binatang kurbanya dengan tangannya dan bertakbir. (HR. Abu Ya’la)

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, ”Nabi berkurban dengan dua domba yang bertanduk (berumur) dan bagus. Ketika menyembeli dia menyebut nama Allah dan bertakbir. Saya melihat beliau menyembelih dengan tangannya dan meletakkan kakinya pada rusuk kedua kambing.” (HR.Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Jabir dia berkata, ”Rasulullah berkurban dengan dua domba yang bertanduk (berumur) dan bagus. Salah satunya disembelih duluan dan mengucapkan, ”Dengan menyebut nama Allah dan Allah Mahabesar. Ya Allah, nikmat ini berasal dari Mu dan akan kembali kepada-Mu. Kurban ini berasal dari umatku dan orang-orang yang bersaksi kepada-Mu dengan keesaan dan bersaksi kepadaku dengan tugas menyampaikan (sebagai Rasul–penj).”

Lalu beliau melanjutkan pemotongan domba yang berikutnya dan mengucapkan, ”Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah kurban ini berasal dari-Mu dan untuk-Mu. Kurban ini berasal dari Muhammad dan keluarga Muhammad.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Thawaf dan Menyentuh Hajar Aswad

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ”Rasulullah SAW thawaf di Ka’bah dan menyentuh Hajar Aswad dengan tongkatnya. Kemudian beliau mendatangi tempat minum sedangkan sepupu-sepupunya juga berusaha merebut (tempat minum itu). Maka beliau pun berkata, ”Tolong ambilkan air !” Lalu diberikan kepadanya gayung, lantas beliaupun minum. Kemudian beliau berkata,

”Seandainya orang-orang tidak menjadikannya sebagai ibadah dan mengalahkan kalian atasnya, maka niscaya aku pun akan merebutnya bersama kalian.” Kemudian beliau keluar lalu berjalan antara Shafa dan Marwah.” (HR. Ahmad).

 

Mengusap Rukun Yamani

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ”Rasulullah mencuim Rukun Yamani dan menempelkan pipinya padanya.” (HR. Ad-Daruquthni dan Al-Haitsami).

 

Sa’i Antara Shafa dan Marwah

Diriwayatkan dari Habibah binti Abi Tajrah Radhiyallahu Anha, dia berkata, ”Saya memperhatikan Rasulullah ternyata baliau sedang Sa’i. Lalu beliau bertemu kepada sahabat-sahabatnya,

”Bersa’ilah kalian karena Allah mewajibkan sa’i kepada kalian.”

Saya melihat karena sedemikian kerasnya beliau sa’i, maka kain (ihram) beliau melilit diperutnya, sehingga saya melihat putih ketiaknya dan pahanya.” (HR. Al-Hakim dan Abu Nu’aim)

 

Melempar Jumrah

Diriwayatkan dari Al-Fadhl bin Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwasanya Rasulullah bertalbiyah ketika melempar umrah ’Aqabah’. Beliau melempar dengan tujuh kerikil dan bertakbir pada tiap kerikil yang dilemparnya (HR. Ibnu Hibban)

 

 

Memasuki Ka’bah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ”Tatkala Rasulullah masuk kedalam Ka’bah, beliau berdo’a disetiap sujudnya. Baliau tidak shalat didalamnya sampai beliau keluar. Tatkala keluar, beliau shalat 2 rakaat didepan ka’bah seraya berkata, ”Ini adalah kiblat.” (HR. Al Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Khuzaimah)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ”Rasulullah masuk kedalam ka’bah bersama Usama, bila, Utsman bin Abi Thalhah. Mereka menuju pintu lebar kemudian beliau memukanya dan saya yang pertama masuk. Lalu saya menemui Bilal seraya bertanya, ”Mana Rasulullah?” Bilal menjawab, ”Beliau ada diantara dua tiang yang depan.”pada waktu itu, saya lupa bertanya kepada bilal berapa rakaat Nabi mengerjakan shalat.”(HR.Al-bukhari dan Ahmad)

Khutbah Haji dan Wada’

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma,dia berkata,”Rasulullah bersabda,

Wahai manusia, sekarang hari apa?”

Mereka menjawab”Hari haram.”

Nabi bertanya lagi,”Tempat apa ini?”

Mereka menjawab,”tempat haram.”

Nabi bertanya lagi,”Bulan apa sekarang?”

Mereka menjawab,”Bulan haram.”

Nabi lalu berkhutbah,”Sesungguhnya harta,darah,dan kehormatan adalah haram bagi kalian(untuk dilanggar atau dirampas,sebagaimana keharaman harimu,tempatmu dan bulanmu ini.”

Beliau mengulang khutbahnya berkali-kali,kemudian beliau mengadahkan kepalanya kelangit seraya berkata,

”Ya Allah, bukankah saya telah menyampaikan.”sebanyak tiga kali.lalu berkata,”Hendaklah yang hadir memberitahukan yang tidak hadir. Setelah ini janganlah kalian pulang dalam keadaan kafir dan sebagian menyakiti sebagian yang lain.” (HR.Al-Bukhari,Muslimm,At-Tirmidzi,Abu Bawud,Ibnu Majah dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Syuraih Al-Adawi,dia berkata,”rasulullah pada hari Fathu Makkah berkhutbah di pagi hari, lalu mengucapkan syukur dan pujian kepada Allah kemudian berkata,

”Sesungguhnya kota makkah telah diharamkan oleh  Allah tetapi tidak diharamkan oleh manusia. Oleh karena itu, tidak boleh(tidak halal)bagi orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat menumpahkan darah disana dan memotong pepohonan…keharaman hari ini tarus berlanjut seperti keharamannya dimasa lalu. Karena itulah,hendaklah yang hadir memberitahukan kepada yang tidak hadir.”(HR.Al-Bukhari,Muslim dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Nadhrah, dia berkata,”Saya dibaritahu orang yang menghadiri khutbah Rasulullah di Mina pada hari Tasyriq.pada waktu itu,beliau berada diatas unta.beliau berkata,

”Wahai manusia,ketahuilah bahwa Tuhanmu satu,nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah bahwa tidak ada kelebihan antara orang Arab dan orang ’ajam(non Arab). Tidak ada kelebihan antara yang berkulit hitam dan berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Bukankah saya telah menyampaikannya kepada kalian.”

Para sahabat menjawab,”Sudah,ya Rasulullah.”

Beliau bersabda lagi,”karena itu, hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.”(HR.ahmad)

Beliau bersabda lagi,”karena itu, hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.”(HR.ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Umamah,dia berkata,Saya mendengar Rasulullah berkhutbah pada hali Wada’.beliau berkata,”Bertakwalah kepada Allah,dirikan shalatlima waktu,berpuasalah selama satu bulan penuh,keluarkan zakat,dan taati pemimpinmu,niscaya kalian akan masuk surga Tuhanmu.”(HR.Ibnu Hibban dan Ahmad)