BELIEVE IN ALLAH

Allah berfirman :”Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS.Al Kahfi :110)

Di dalam shahih Muslim disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku Mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda :

“Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.” Juga dari jabir disebutkan di dalam As-Shahi, Rasulullah Shallallhu alaihi wa sallam bersabda, tiga hari sebelum beliau wafat ;  “Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal, melainkan dia berbaik sangka terhadap Rabbnya.”

Contoh kecintaan Alloh karena sikap hamba-NYA yang selalu menaruh harap kepada- NYA dan menanti pertolongan dari naungan dan tempat kembalinya ,adalah bahwa jalan keluar dari kesulitan itu hanya kan datang setelah hamba itu mengalami kebuntuan, setelah tak tahu harus ke mana ,serta berbuat apa, setelah pintu harapanya tertutup , setelah kehabisan akal, dan setelah tidak tahu lagi bagaimana mengakhiri tekanan dan ujian terhadap dirinya.

Untuk apa semua itu ?? Agar menjadi Pendorong bagi dirinya untuk mengarahkan harapannya kepada Alloh dan agar menjadi peringatan supaya terus memperbaiki prasangka baiknya kepada-NYA. Sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits Qudsi yakni sebagai berikut :

Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Alloh memberikan cobaan kepada seorangHamba-NYA yang Sahlih, lalu Alloh berfirman kepada para malaikat-NYA :

“ Tujuannya adalah agar AKU mendengar suaranya.” (maksudnya adalah do’a dan permohonnya) Maha Suci Alloh yang telah memunculkan do’a Hamba-NYA dengan memberinya cobaan

Juga apabila seseorang mukmin mengalami cobaan berupa kesempitan didalam kehidupannya, kesusahan dalam hal rezki, belum datangnya jodoh padanya ,belum mendapat pekerjaan yang layak, dipersulit urusannya atau apapun yang menyebabkan sesak dadanya, matanya menangis …bersabarlah serta berharaplah yang banyak kepada-NYA. Maka renungilah sabda junjungan kita, sbb :

Rasulullah shallahu a’lahi wa sallam bersabda :

“Tiada suatu amalanpun yang mendekat kesurga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan keneraka kecuali telah aku larang kalian darinya. Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rezekinya, Sesungguhnya jibril telah menyampaikan kepada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rezkinya. Maka bertakwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa   rizkinya lambat , maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat.”[1]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud : Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati , sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan . Beliau juga pernah mengatakan : Orang yang banyak bersabar akan memperoleh yang terbaik.

Abban bin Taghlab mengatakan ,” Saya pernah mendengar seorang Arab badui berkata ;’Sikap yang paling baik dari seseorang akan muncul ketika ia ditimpa musibah, karena ia akanmenjadikan sabar sebagai senjata menghadapi musibahtersebut dan akan memberinya inspirasi untuk selalu berharap agar musibah itu segera berakhir.Dan kaena kesabarannya, ia seperti melihat jalan keluar, dan pertolongan itu berada didepan matanya karena tawakalnyadan prasangka baiknya kepada Allah. Ketika orang telah sampai pada tingkatan ini, Allah pasti akan memberikan semua yang dibutuhkannya, akan menghilangkan semua yang menyulitkannya, dan akan mengabulkan semua permintaannya.Dan dia selamat bersama Agama, kehormatan dan kepribadiannya.”[2]

Sebuah syair arab , mengatakan : “Sabarlah dengan kesabaran yang indah , alangkah dekat jalan keluarnya. Barangsiapa yang selalu muiraqobah dengan Allah dalam semua urusan pastilah selamat . Siapa

yang membenarkan Allah niscaya segala rintangan tidak akan mengenainya. Barangsiapa yang berharap kepada Allah, niscaya akan terjadi sesuai dengan yang diharapkan.”

Seorang penulis mengatakan,’ Berharap adalah material untuk membangun kesabaran dan yang akan membantu orang untuk bersabar. Dan alasan untuk berharap dan material untuk membangunnya adalah berbaik sangka kepada Alloh , karena dengan berbaik sangka kepada Alloh adalah jaminan untuk tidak gagal. Sejauh pengamatan saya tentang watakorang-orang yang mulia dapat saya simpulkan bahwa mereka cenderung mengangkat orang yang bersikap baik kepada mereka, mengesampingkan orang yang kurang ajar kepada mereka, dan malu untuk tidak meluluskan harapan orang yang berharap keapadaa mereka. Lalu bagaimana dengan Dzat Yang Maha Dermawan yang tentunya tidak akan kesulitan memberi kepada orang-orang yang mencita-citakan Dzat dimaksud lebih dari yang mereka angankan tentang-NYA.”

Karena seseorang yang sangat berharap kepada Allah, maka ;

–       Tidak akan terusik oleh berbagai peristiwa

–       Tidak goyah oleh kasak-kusuk manusia yang dengki/iri hati.

–       Tidak terguncang oleh suara-suara yang mencemaskan

Dalam Al Qur’an ,Allah berfirman: “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan

kesusahan dan kesedihanku”(Qs.12 : 86 ).

“Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yangpaling dekat untuk dimintai do’a”.(Al-Aqdud-Farid, 2/282)

Diantara doa yang dibaca Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon taufik kepada-Mu untuk mencintai-Mu daripada amal-amal, kebenaran tawakal dan baik sangka kepada-Mu”. (Hadits mursal,diriwayatkan Abu Nu’aim)

Para ulama telah bersepakat bahwa rodja’ (berharap) ada 3 , yaitu :

1. Harapan seseorang agar dapat  taat kepadaa allah berdasarkan cahaya dari Allah , lalu ia mengharapkan pahalanya.

2. Seseorang yang berbuat dosa lalu bertaubat dan mengharap ampunan Allah, kemurahan dan kasih sayang-NYA.

3. Orang yang melakukan kesalahan dan mengharap rahmat allah tanpa disertai usaha. Ini sesuatu yang menipu dan harapan yang dusta.[3]

Al faqir illa maghfirati robbihi, WaitaSani

[1] HR Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas’ud Radiallahu anhu , Shahih

[2] Aidh Al Qorny, La Tahzan

[3] Ibnul Qoyyim Al Jauziyah,Madarijus Salikin,hal .158-159

Barangsiapa yang ridha kepada Allah, maka Allah ridha kepadanya, bahkan ridha hamba kepada Allah adalah hasil dari ridha Allah kepadanya. Jadi, ia diliputi dengan dua jenis keridhaan-Nya kepada hamba-Nya: keridhaan sebelumnya, yang mengharuskan ia ridha kepada-Nya dan keridhaan sesudahnya, yang merupakan buah ridhanya kepada-Nya.

Karena itu, ridha adalah pintu Allah yang terbesar, Surga dunia, peristirahatan para ahli ibadah, dan pelipur orang-orang yang rindu. [ Madaarijus Saalikiin, (II/172].

Barangsiapa yang ridha kepada Allah, maka Allah ridha kepadanya, bahkan ridha hamba kepada Allah adalah hasil dari ridha Allah kepadanya. Jadi, ia diliputi dengan dua jenis keridhaan-Nya kepada hamba-Nya: keridhaan sebelumnya, yang mengharuskan ia ridha kepada-Nya dan keridhaan sesudahnya, yang merupakan buah ridhanya kepada-Nya. Karena itu, ridha adalah pintu Allah yang terbesar, Surga dunia, peristirahatan para ahli ibadah, dan pelipur orang-orang yang rindu. [ Madaarijus Saalikiin, (II/172]